Di pelabuhan yang ramai di seluruh dunia, barisan kontainer silinder yang sederhana berdiri siap untuk mengangkut minyak bumi, bahan baku kimia, bahan tambahan makanan, dan bahkan bahan semikonduktor kemurnian tinggi melintasi lautan. Kuda kerja industri yang ada di mana-mana ini, yang dikenal sebagai drum baja atau drum minyak, berfungsi sebagai penghubung yang sangat diperlukan dalam sistem produksi, transportasi, dan penyimpanan modern.
Asal-usul drum baja berasal dari tong kayu awal abad ke-19, yang terutama digunakan untuk pengangkutan anggur. Seiring dengan meningkatnya permintaan industri, keterbatasan wadah kayu—termasuk masalah kebocoran dan masalah daya tahan—membuka jalan bagi alternatif baja selama paruh kedua abad ke-19. Ledakan industri minyak bumi dan kimia abad ke-20 memperkuat posisi drum baja sebagai solusi pilihan untuk pengangkutan bahan cair dan bubuk.
Drum industri modern mencakup berbagai bahan dan desain yang disesuaikan untuk aplikasi tertentu:
Drum industri biasanya berkisar antara 18 hingga 400 liter, dengan model 200 liter menjadi yang paling umum. Variasi desain meliputi:
Mengingat bobotnya yang besar, alat khusus memastikan penanganan drum yang aman:
Sektor manufaktur drum terus berkembang menuju bahan komposit ringan, sistem pemantauan berkemampuan IoT, dan peningkatan keberlanjutan melalui inisiatif daur ulang. Inovasi ini menjanjikan untuk mempertahankan peran sentral drum baja dalam logistik industri global sambil memenuhi tuntutan lingkungan dan efisiensi yang muncul.